Tiga nama tes berbeda. Tiga harga berbeda. Tiga utas forum berbeda yang masing-masing meyakinkanmu kalau yang mereka pilih itu yang paling gampang. Kalau kamu sudah berhari-hari loncat dari satu tab Google ke tab lain mencoba memutuskan TOEIC, IELTS, atau TOEFL, tarik napas dulu. Masalahnya bukan kamu kurang paham. Masalahnya kamu belum jelas tujuannya.

Saya mengajar Bahasa Inggris di Indonesia, dan setiap semester percakapan yang sama berulang. Seorang murid datang, bilang dia mau ambil tes Bahasa Inggris, lalu tanya saya sebaiknya belajar buat yang mana. Pertanyaan pertama saya selalu sama: tesnya buat apa? Sekitar separuhnya akan diam. Mereka cuma sering dengar tiga nama itu disebut teman, lalu mengira semuanya bagus untuk dimiliki, padahal belum benar-benar memutuskan mau dipakai untuk apa skornya.

Ketiganya tidak bisa saling menggantikan. Salah pilih tes berarti buang uang, buang waktu belajar, kadang sampai buang setahun hidupmu. Versi singkatnya di bawah, lalu saya jelaskan cara memilihnya.

Sedikit tentang saya. Saya guru di Auravale Academy, kami membuat materi belajar Bahasa Inggris untuk pelajar Indonesia. Sudah bertahun-tahun saya duduk di seberang murid yang sudah dua belas bulan persiapan tes yang salah, dan tujuan tulisan ini supaya kamu tidak begitu.

Jawaban singkat 30 detik

  • TOEIC untuk kerja di Indonesia atau Asia. Bank, perusahaan multinasional, hospitality, manufaktur, BUMN.
  • IELTS untuk kuliah atau pindah ke luar negeri. UK, Australia, Kanada, Selandia Baru, plus kebanyakan universitas Eropa dan banyak beasiswa.
  • TOEFL untuk kuliah di Amerika Serikat, kebanyakan. Beberapa universitas yang berafiliasi Amerika di negara lain juga menerimanya.

Kalau kamu belum tahu mau ke mana, ambil TOEIC. Lebih murah, persiapannya lebih cepat, dan hampir semua perusahaan di Indonesia mengakuinya.

Tes yang salah bukan tes yang kamu gagal lulus. Tes yang salah adalah tes yang kamu ambil padahal harusnya tes lain.

Apa sebenarnya yang diukur ketiga tes ini

Ini bagian yang sering bikin pelajar bingung, karena promosi ketiganya terdengar mirip. Semuanya mengaku menguji "Bahasa Inggris dunia nyata." Tapi dunia yang mereka uji itu berbeda.

TOEIC menguji Bahasa Inggris bisnis dan tempat kerja. Bagian listening isinya rapat kantor, telepon, pengumuman bandara, check-in hotel. Bagian reading isinya memo, email, grafik, dan artikel pendek dari majalah bisnis. Tidak ada speaking atau writing di TOEIC standar. Durasinya dua jam, pilihan ganda, skornya 10 sampai 990.

IELTS menguji Bahasa Inggris akademik dengan sedikit kehidupan sehari-hari. Ada dua versi: Academic untuk kuliah, dan General Training untuk visa kerja dan migrasi. Keduanya punya empat bagian: Listening, Reading, Writing, dan Speaking. Bagian Speaking itu percakapan asli sama penguji manusia asli. Bagian Writing minta kamu mendeskripsikan grafik atau menulis esai. Total sekitar tiga jam plus wawancara speaking, skornya band 1 sampai 9.

TOEFL menguji Bahasa Inggris akademik khusus untuk kuliah di universitas Amerika. Mendengarkan kuliah, membaca teks buku ajar, merangkum yang baru didengar, lalu menulis esai. Bagian Speaking direkam ke mikrofon, bukan percakapan. Total sekitar dua jam, semua di komputer, skornya 0 sampai 120.

Skill yang diuji memang banyak yang tumpang-tindih. Orang yang bisa dapat skor tinggi di IELTS biasanya juga bisa di TOEFL setelah beberapa minggu latihan formatnya. Tapi format tes itu sendiri, ritmenya, jenis soalnya, dan jenis Bahasa Inggris yang diutamakan, semua itu jauh lebih penting dari yang dikira orang.

Siapa yang menerima tes mana di Indonesia

Ini bagian yang jarang dijelaskan dengan jelas.

Untuk perusahaan di Indonesia, TOEIC adalah standar. Coba scroll lowongan kerja di LinkedIn, JobStreet, atau Glints, syarat Bahasa Inggrisnya hampir selalu ditulis "TOEIC 600" atau "TOEIC 750" tergantung posisinya. Bank seperti Mandiri dan BCA, telco seperti Telkomsel dan Indosat, dan hampir semua management trainee program di perusahaan multinasional pakai skor TOEIC sebagai cutoff. IELTS dan TOEFL juga diterima di beberapa tempat ini, tapi recruiter sering tidak tahu cara membaca skornya, jadi TOEIC 800 lebih berguna buat mereka daripada IELTS 7.0 walaupun IELTS secara teknis lebih sulit.

Untuk kuliah di luar negeri, kebalikannya. Hampir tidak ada universitas di luar Amerika yang menerima TOEIC untuk pendaftaran. Universitas di UK dan Australia minta IELTS, titik. Universitas Amerika minta TOEFL, dan kebanyakan juga menerima IELTS. Beberapa universitas di Singapura dan Hong Kong menerima keduanya. Kalau kamu mengincar beasiswa seperti LPDP, AAS, atau Chevening, cek persyaratan beasiswanya masing-masing, karena tiap beasiswa menentukan tes mana yang diminta dan skor minimumnya. LPDP minta IELTS minimal 6.5. AAS minta IELTS 6.5. Chevening minta IELTS 6.5 dengan minimum per subscore.

Untuk visa, lebih spesifik lagi. Visa pelajar UK menerima IELTS untuk UKVI, versi IELTS yang sedikit berbeda. Permanent residency Australia pakai IELTS atau PTE. Canadian Express Entry pakai IELTS atau CELPIP. Tidak ada yang pakai TOEIC.

Jadi jawaban praktis untuk "tes mana yang sebaiknya saya ambil" tergantung hampir sepenuhnya pada apa yang mau kamu lakukan dengan skornya.

Cara memilih: empat pertanyaan

Ini alur yang sama yang saya pakai waktu konsultasi sama murid di ruang kerja saya. Jawab empat pertanyaan ini berurutan, dan kamu akan tahu jawabannya.

Pertanyaan 1: Kenapa kamu butuh skor Bahasa Inggris?

Pilih yang paling cocok.

  • Untuk kerja di Indonesia → lanjut baca.
  • Untuk kuliah di luar negeri → langsung ke Pertanyaan 3.
  • Untuk visa kerja atau permanent residency → langsung ke Pertanyaan 4.
  • Saya cuma mau tahu level Bahasa Inggris saya → baca catatan di bawah.

Kalau kamu cuma mau tahu level Bahasa Inggrismu untuk alasan pribadi, tidak satupun dari ketiga tes ini cocok. Mahal, ada masa kedaluwarsanya, dan dirancang untuk gerbang institusi tertentu. Lebih baik ambil tes penempatan online gratis dari British Council atau Cambridge. Hemat uangnya untuk yang lebih berguna.

Pertanyaan 2: Kerja di bidang apa?

Kalau kamu mau kerja di Indonesia, tanya diri sendiri industrinya apa.

  • Perbankan, multinasional FMCG, migas, manufaktur, hospitality. TOEIC. Ini standar dan semuanya pakai ini.
  • Management trainee program BUMN. TOEIC, biasanya 600 sampai 750 tergantung BUMN-nya.
  • NGO internasional, badan PBB, pembangunan internasional. Cek peran spesifiknya. Kebanyakan menerima IELTS atau TOEFL karena kerjaannya global. Beberapa menerima TOEIC.
  • Startup teknologi, desain, agensi kreatif. Sering tidak butuh tes, cukup wawancara dalam Bahasa Inggris. Kalaupun minta tes, TOEIC sudah cukup.
  • Penerbangan, terutama pilot dan ATC. Tes ICAO English, ini tes tersendiri. Tidak masuk daftar ini.

Untuk 90% pencari kerja Indonesia, jawabannya di tahap ini adalah TOEIC. Lanjutkan dengan percaya diri.

Pertanyaan 3: Negara mana?

Kalau kamu mau kuliah di luar negeri, negaranya yang menentukan tesnya di sebagian besar kasus.

  • UK, Australia, Selandia Baru, Kanada. IELTS Academic.
  • Amerika Serikat. TOEFL adalah pilihan paling aman. Kebanyakan universitas Amerika juga menerima IELTS, tapi beberapa masih lebih suka TOEFL, jadi cek kampus tujuanmu.
  • Singapura, Hong Kong, sebagian besar Eropa. IELTS Academic. Beberapa menerima TOEFL juga, tapi IELTS lebih luas diterima.
  • Jepang, Korea. Variasinya banyak. Cek tiap program. Beberapa universitas Jepang menerima TOEIC untuk program S2, ini tidak biasa.

Kalau kamu apply ke beberapa negara sekaligus, ambil IELTS. Diterima di lebih banyak tempat dibanding TOEFL.

Pertanyaan 4: Visa atau migrasi jenis apa?

  • Visa pelajar UK. IELTS UKVI, IELTS biasa tapi di test centre yang sudah disetujui.
  • PR Australia atau visa skilled. IELTS atau PTE Academic. PTE lebih cepat dan berbasis komputer, layak dipertimbangkan.
  • Canadian Express Entry. IELTS General Training atau CELPIP.
  • Visa kerja Selandia Baru. IELTS atau PTE.

Perhatikan TOEIC dan TOEFL tidak ada di daftar manapun. Itu bukan kesalahan. Tes-tes itu memang tidak diterima untuk keperluan visa di negara-negara tujuan utama.

Lewati teorinya, langsung kuis.

Putuskan dalam dua menit.

Klik empat pertanyaan, kami tunjukkan tes mana yang cocok untuk tujuanmu (TOEIC, IELTS, atau TOEFL) plus flowchart gratis untuk dibawa pulang.

Pertanyaan 1 dari 2

Untuk apa kamu butuh skor Bahasa Inggris?

Why do you need an English score?

Kerja di bidang apa?

What kind of job?

Negara mana?

Which country?

Tujuan visa?

Which visa destination?

Tes kamu

Ambil TOEIC.

TOEIC

Standar untuk perusahaan Indonesia. Hampir semua lowongan yang minta skor Bahasa Inggris memang minta TOEIC, bukan yang lain.

It is the standard for Indonesian employers. Almost every job posting asks for TOEIC specifically.

Bawa pulang flowchart-nya

Satu halaman printable. Bisa kamu share ke orang tua, teman, atau buat dirimu di masa depan.

Terkirim. Cek inbox kamu.

File-nya juga otomatis di-download. Kalau tidak jalan, klik di sini.

Tes kamu

Ambil IELTS.

IELTS

Diminta universitas dan visa UK, Australia, Kanada, dan Selandia Baru, plus kebanyakan program Eropa dan beasiswa besar (LPDP, AAS, Chevening).

Required for UK, Australian, Canadian, and NZ universities and visas, plus major scholarships.

Bawa pulang flowchart-nya

Termasuk band IELTS umum di universitas top dan beasiswa besar, jadi kamu tahu targetmu.

Terkirim. Cek inbox kamu.

File-nya juga otomatis di-download. Kalau tidak jalan, klik di sini.

Tes kamu

Ambil TOEFL iBT.

TOEFL

Standar untuk kuliah di Amerika. Kebanyakan kampus juga terima IELTS, tapi beberapa masih lebih suka TOEFL.

The standard for US university admissions.

Bawa pulang flowchart-nya

Termasuk minimum TOEFL di kampus Amerika besar, jadi kamu tahu skor targetmu.

Terkirim. Cek inbox kamu.

File-nya juga otomatis di-download. Kalau tidak jalan, klik di sini.

Tes kamu

Ambil IELTS.

IELTS

Kalau apply ke beberapa negara sekaligus, IELTS diterima di lebih banyak tempat dibanding TOEFL: UK, Australia, Kanada, NZ, kebanyakan Eropa, plus kebanyakan kampus Amerika.

IELTS is recognised in more places than TOEFL when you are applying widely.

Bawa pulang flowchart-nya

Rencanakan sekali, daftar ke banyak negara. Flowchart-nya termasuk band IELTS untuk UK, AU, NZ, Kanada, Singapura, Hong Kong, dan lainnya.

Terkirim. Cek inbox kamu.

File-nya juga otomatis di-download. Kalau tidak jalan, klik di sini.

Jawaban jujur

Jangan ambil tes apapun. Belum.

Hemat uangmu

Kalau cuma penasaran sama level untuk alasan pribadi, ketiga tes ini tidak cocok. Mahal, ada masa berlaku, dan dirancang untuk institusi. Coba placement test gratis dari British Council atau Cambridge.

If it is just personal curiosity, save the money and try a free placement test instead.

Simpan flowchart-nya

Kalau suatu hari kamu butuh tes asli untuk kerja, kuliah, atau visa, flowchart ini akan menunjuk yang tepat dalam dua menit.

Terkirim. Cek inbox kamu.

File-nya juga otomatis di-download. Kalau tidak jalan, klik di sini.

Soal biaya dan kesulitan

Kira-kira, di Indonesia tahun 2026:

  • TOEIC. Sekitar IDR 800.000 sampai 1.200.000. Durasi tes dua jam. Hasil keluar sekitar seminggu.
  • IELTS. Sekitar IDR 3.200.000 sampai 3.500.000. Durasi sekitar tiga jam plus wawancara speaking terpisah. Hasil keluar tiga sampai tiga belas hari tergantung versi komputer atau kertas.
  • TOEFL iBT. Sekitar IDR 3.000.000. Durasi sekitar dua jam, semua di komputer. Hasil keluar sekitar seminggu.

Jadi TOEIC jauh lebih murah. Itu penting kalau kamu baru mulai, apalagi kalau kemungkinan butuh ambil lebih dari satu kali.

Soal kesulitan, tergantung kamu kuat di mana. TOEIC paling mudah diakses karena tidak ada speaking atau writing, tapi butuh kecepatan baca dan kosakata bisnis yang sangat spesifik. IELTS lebih sulit untuk kebanyakan murid karena wawancara speaking-nya bikin tegang dan bagian writing-nya menghukum jawaban yang ngambang. TOEFL sulit dengan cara berbeda karena semuanya di komputer dan kamu harus mencatat dengan tangan sambil mendengarkan kuliah panjang, lalu merangkumnya tanpa bisa mendengarkan ulang.

Kalau kamu belum percaya diri, TOEIC adalah tes pertama yang lebih ramah. Kamu jadi tahu levelmu, dapat skor yang dihormati perusahaan Indonesia, dan kamu membangun stamina listening dan reading yang bakal berguna kalau nanti memutuskan ambil IELTS atau TOEFL.

Catatan singkat soal skor TOEIC

Karena kebanyakan pembaca di sini incarannya TOEIC, ini skala kasarnya:

  • 405 sampai 600. Bahasa Inggris kerja level menengah. Teller bank, customer service, retail.
  • 600 sampai 750. Menengah atas. Kebanyakan posisi entry-level di perusahaan multinasional.
  • 750 sampai 900. Mahir. Management trainee program, posisi bisnis internasional.
  • 900+. Hampir setara penutur asli. Kamu tidak butuh ini untuk hampir semua pekerjaan. Berhenti belajar, langsung melamar.

Kalau kamu belum tahu target skor kamu seharusnya berapa, buka tiga atau empat lowongan di industri impianmu di LinkedIn dan catat angka yang mereka minta. Itu angkamu.

Satu hal terakhir

Murid yang buang setahun bukan yang sengaja salah pilih tes. Mereka adalah murid yang tidak pernah benar-benar memilih. Loncat dari tutorial TOEIC di YouTube, ke contoh IELTS Writing, ke practice test TOEFL, jadi sedikit lebih jago di ketiganya tapi tidak pernah sampai garis finis di mana pun.

Pilih satu. Flowchart di bawah bikin proses memilihnya cuma butuh sembilan puluh detik. Lalu tutup tab-nya dan mulai belajar.